Kamis, 03 Januari 2013

2nd days

Sepi...

Hingga sesakkan kerongkongan dan paru-paru ini.  Padahal baru 2 hari tanpa pelukkanmu, tawa candamu, perhatianmu, dan omelanmu. Pikiran ini berkecamuk hingga beberapa syarat mengalami delesi yang menyakitkan.  Langit-langit cerebrum pun mengalami goncangan yang hebat.  

Tapi...

Aku bertahan hingga sekarang ini ayangku.  Tiap tidur, aku selalu menciumi baju mu, berusaha mencari keharumanmu dan pelukkanmu.  Aih...aku memang gila ayangku.  Aku memang tergila-gila.  

Ay...
Hari ini mas cari-cari kontrakkan, tapi ketemu.  Mas berusaha cari kontrakkan murah yang ada di iklan.  Ternyata daerahnya gak bagus Ay..mas urung diri untuk mencari di daerah itu.  Memang, daerah nya dekat dengan daerah mahasiswa, tapi intuisi mas mengatakan "jangan...".  Trus, mas ucup menawari untuk tinggal di rumah nya di billabong, tapi mas masih kurang ok...mas masih tidak enak saja. Mas masih harus cari-cari lagi, siapa tahu nanti akan ketemu tempatnya.   

O ya...
Mas udah punya resolusi baru untuk tahun ini.  Mas akan bangun dari tidur mas.. Seperti yang mas bilang tempo hari, mas akan memunculkan diri mas terang-terangan.  Mengeluarkan apa yang mas miliki sekarang ini.  Semoga mas mampu ya Ayangku...

gros bisous

Rabu, 02 Januari 2013

a tout a l'heure, mon amour

Sudah lebih 20 bulan, kami bersama. Seribu canda-tawa, seratus tangisan, sepuluh kemarahan telah menghiasi perjalanan kebersamaan kami.  Hingga suatu hari di bulan November akhir, doi berkata, "Ayangku...saya udah dapat tiket pulang tanggal 1 Januari 2013. Lampung ke Jakarta pukul 19.20 wib, dan Jakarta - Paris 00.30 wib."
"Kok...?Iya..mas gak anjurkan ayangku terusin kontrak kerja, tapi ini terlalu buru-buru untuk diungkapkan.," sahutku parau.

Saya memang udah menduga, tapi ini terlalu cepat.
"Tiap hari, rasa grogi ini telah menggrogoti  hati ini, ay...", kataku sendu.
"Jangan begitu Ayangku...Aku tahu itu, tapi kita harus melakukannya. Toh, ini untuk sementara waktu dulu," katanya lirih yang diiringi linangan air mata.
"Iya...mas tahu ay...hhhhmmmm...", ujarku trenyuh.

Hari demi hari telah menuju ke penghujung tahun 2012.  Berat dan semakin berat rasa gundah dan nestapa yang ku derita.  Dia pun lebih dari itu.  Antara sedih ketika harus berpisah dengan seseorang yang telah menemaninya selama lebih dari 20 bulan di Indonesia dan telah melamar dia dengan sebuah emas putih bermatakan kristal bening yang sekarang telah mengisi relung jari manis kiri nya (18 Desember 2012).  Lain itu juga merasa senang karena akan bisa ketemu dengan keluarga tercinta nun jauh di sana (Perancis Timur).  Kepedihan pun harus melanda dia lagi, betapa dia harus menderita sakit sebelum keberangkatan pulang.  Aku tak tahu, kenapa jadi seperti itu.

In time...
Finally, setelah merayakan akhir kebersamaan selama tahun 2012 di malam tahun baru 2013, kami pun bersiap secara psikis dan fisik. Tak ada tangisan dan ratapan untuk perpisahan sementara ini.  Mungkin telah habis sebelum hari -H.  Yang ada senyuman semangat untuk dapat bertemu lagi.  "Yah, mas akan menyusul mu, ayangku..segera.," bisikku lirih di antara kedua matanya yang seperti musim semi.

Berbekal semangat, bertolaklah ia menuju negara nya yang terpisahkan waktu (kurang lebih 6 jam perbedaan waktu) dan jarak. Sebelum berangkat ke negara nya, aku sempat berujar, "passe le bonjour a ta famille..a tout a l'heure, mon amour..."