Selasa, 29 Maret 2011

kangen

kangen...itulah kata yang telah meracuni benak dan langkahku selama hampir 5 bulan ini.  
kangen suaranya....kangen memeluknya...kangen menciumnya...kangen aroma tubuhnya...

Dan sekarang...semuanya hanya menunggu  yg bisa kulakukan...menunggu kedatangannya kembali...

Yah...tatapan lembutnya...sapaan mesranya telah menemaniku selama ini...agaknya, aku memang telah jatuh dalam alunan melodi cintanya...aih...memang tak bisa menduga semuanya bisa terjadi begitu saja...tanpa embel2 apapun yang melekat, kami berdua telah terperangkat bersama dalam kerangkeng kerinduan dan kemesraan yang mungkin telah menjadi hal rumit yang bagi orang sekitarnya tidak dapat dicerna akal sehat...
Dan ku pun agaknya menikmatinya semuanya dengan kesadaran hakiki seorang manusia...

Je n'aime que toi, ma cherie....

Minggu, 27 Maret 2011

panas

Panas..memang panas cuaca hari ini...mungkin turun hujan kali ya? gak taulah...biasanya kalo panas disertai keringatan atau dalam bahasa jawaanya 'sumuk' ini, pertanda hari kan turun hujan...mungkin sore atau malam, tergantung kapan waktu mendapatkan suasana seperti ini...kalo siang, ya sore harinya dan kalo sore, ya malamnya.   hehehehe..


Tapi yang pasti, suasana panas telah membuat sebagian orang bahagia dan begitu pula sebaliknya.  Yang habis panen, tentunya padi akan cepat kering atau yang lagi buat ikan asing (gereh peteks) tentunya akan segera mendapat uang karena ikan asinnya akan segera laku terjual di pasaran nantinya.  Terus, yang jemur pakaian karena pagi tadi cuci baju, tentunya akan senang melihat bajunya kering cepat dan tidak harus menunggu lama baju itu kering.  hehehehe...

Lain itu, yang merasa sedih, karena yang biasa jalan2 tentunya akan ditunda ketika suasana panas hari ini  "malas ah...panas...", mungkin begitu rutukan atau keluhan yang diucapkan.  Alamat, janji kencan atau shopping atau juga jalan2 hari batal karena panas.   Apapun itu, panas telah membuat perubahan suasana bagi semua makhluk dimana tempat berpijak dan langit dijunjung oleh mereka.

Jumat, 18 Maret 2011

Mulut ke mulut

Mendengar berita memang kadang menyenangkan jika berita itu teruji (secara klinis bisa, secara ilmiah bisa, bahkan secara klenik juga bisa)...Apakah berita dari media TV ataupun surat kabar baik lokal ataupun interlokal (seperti telpon aja)... Di lihat dari mata dan didengar baik2 akan lebih menyenangkan...tetapi kalo berita itu diterjemahkan secara bebas oleh "mulut" agaknya perlu diwaspadai...Yah, jadinya berita dari mulut ke mulut atau "seko tutuk neng tutuk" (jawa)...

Seperti contoh...sebuah sms diterima dan isinya "masmu kecelakaan, tolong dikabari orang rumah" (demikian isi dari sms yang telah diterjemahkan secara detail dari bahasa Jawa)...Segera dikontaklah rumah (O'om), "gimana kabar mas, katanya kecelakaan?". Selang beberapa saat didapatkan jawaban, "iya, masmu kecelakaan,,,nabrak orang..."...Walah, kok jadi begini beritanya...Masih kurang percaya, karena ada embel2nya "katanya", langsung tanya deh ke orang bersangkutan..."mas, gimana keadaanya?katanya habis kecelakaan?parah tidak?terus dimana sekarang?"...dan tak lama berselang dibalas, "aku tidak apa2...sehat2 saja...siapa bilang kecelakaan?..saya cuma senggolan naik motor trus saya juga tidak jatuh dr motor...Tapi mbakmu nabrak sapi..."...nah lo...yang bener gimana....

Hingga sekarang, masih dalam tanda tanya...semoga dapat solusinya....
Begitulah..berita dari mulu ke mulut...jadinya nambah asin, pahit, manis, atau asam hanya tergantung kemasan dan isi dari berita tersebut....

Kamis, 10 Maret 2011

Kelu

dan ketika bibir dan hati ini menjadi kelu...Betapa membosankan tiap waktu berlalu...betapa tiada akal melekat pada dinding jeroan kepala ini....hanya kesenderian yang ada...hanya kesunyian yang duduk "nangkring" di singgasana keceriaan...semuanya berbaur dalam temaram lampu pijar 20 watt usang...

dan ketika semua peristiwa mengejek fals segala penat di pucuk2 bahu kelam...Betapa tiada hari pernah ada...waktu pun berlalu tersendat tanpa sepengetahuan arloji yang mulai usang dikunyah keculasan ini...akhirnya semuanya pun terbelenggu dalam kelu yang menyiksa segenap keramahan langit2 mata...

Jumat, 04 Maret 2011

soul mate

Uangku tinggal 1 juta lebih sedikit beberapa puluh ribu rupiah...Mencari kerja? Itu adalah hal yang paling kubenci... Biasanya, pekerjaan itu datang sendiri. Sekali bekerja sekali salary, saya bisa hidup santai utk 2 - 3 bulan ke depan. Tapi, ini semua sampai kapan? Ketika saya harus hidup bersama dg BJ (belahan jiwa hehehe...)...Syukur2 BJ adalah sosok wanita tangguh, dan tidak begitu pusing berapapun penghasilan pasangannya, tapi jika tidak?hmmmm....

Yah, akhirnya aku bisa menemukannya, atau dia yg telah menemukanku... wanita yg selalu dalam impianku selama ini. Cerdas, Galak, Baik hati, pemurah, sabar (lagi belajar doi...hehehe), tangguh, dan tidak pernah memperhitungkan tentang hal yg berbau duit+cantik (itu menurutku dan beberapa pesaingku saja hehehe...)....Ia lebih memilihku karena "masku bukan seperti cowok yg saya kenal....", begitu katanya...
Aduh...hati dan pikirannku melambung...heeehehehe...

Sudah, hampir 4 bulan kami terpisah jarak, waktu, dan negara....tapi kami yakin, kami akan segera berkumpul utk melanjutkan kehidupan kami...Semoga, dia lah orang yang selama ini menjadi BJ ku....Amen...

Mon amour, ma cherie, diajengku sayang, my spring....Je t'aime...Je n'aime que toi...kriuks...

March 4, 2011

Lampung City - Indonesia

Minggu, 27 Februari 2011

yerterday, today, and tomorrow

time...if we talk about a time when we can't count it clearly as like as the sky....
like master oog "yesterday was a story, today is a gift, and tomorrow is a mistery...so, respect it..."

Selasa, 15 Februari 2011

Bermain

Bermain itu perlu.  Tidak hanya anak-anak saja, tapi orang dewasa juga perlu bermain.  Yah, mungkin yang membedakan hanya jenis dari permainan itu sendiri. 

Kenapa kita perlu sesekali bermain?
Semoga kita semua tahu jawabannya. 

Bermain dalam permainan menyenangkan, tapi jika kita dimainkan permainan bagaimana ya?
Sekali lagi, kita semua tahu jawabannya.

Pada hakekatnya, semua manusia memiliki insting utk bermain.  Walaupun itu dia (maaf) seorang yang buta, tuli, ataupun bisu, semua memiliki  sifat dasar sebagai seorang pemain permainan.  Namun, seiring dengan waktu dan era yang ada, bermain telah berubah menjadi hal yang demikian aneh.  Dari yang semula bertujuan utk refreshing pikiran dan olahraga, bermain telah berubah sebagai alat utk membuat orang sekitar menjadi resah ataupun tidak nyaman bahkan kehilangan nyawanya.  Contohnya?

Bermain kuda-kudaan dengan singa sebagai kudanya....
Bermain lempar salju yang diisi dengan batu...
Bermain tali di atas atap atau genting...
Bermain bola yang diisi granat...

Yah...contoh-contoh di atas gak perlu ditiru selama kita menghargai tujuan dari suatu aktivitas bermain itu sendiri....

Senin, 14 Februari 2011

Makan

Kisah dua orang sahabat yang melakukan pembicaraan cukup serius.  Mereka berdebat antara satu dengan yang lain untuk menentukan mana yang paling tepat untuk mengartikan suatu kata..."makan"....Marilah kita liat sama-sama :

Paino  : "hei Jo...kamu tau arti makan tidak?"
Paijo  : "makan?hmmm...maksudnya daku udah makan atau belum ya?

Paino  : "Bukan...arti makan itu apa Jo?"
Paijo  : "makan ya makan lah...kok diartikan segala..."

Paino  : "Ya diartikanlah...coba dikau pikirkan, semua kata yang diucapkan manusia itu pasti punya arti..."
Paijo  : "hmmmm....iya yah...setelah daku pegang-pegang kepala, jadi bisa mikir sekarang...."

Paino  : "ya udah...kalo gitu, ayo...apa arti makan, Jo?"
Paijo  : "hmmm...kemungkinan arti makan adalah memasukkan sesuatu ke dalam mulut, dikunyah, dan ditelan"

Paino  : "masih kurang...itu terlalu luas sekali...bukan itu jawaban yang tepat...."
Paijo  : "terus apa dong...?yang jelas, arti makan ya seperti itu.....emang menurut dikau apa?"

Paino  : "arti makan itu adalah agar kita bisa hidup....hehehhe..."
Paijo  : "kok? kok?..seperti itu...?...itu gak tepat....!!!!gimana sih dikau, No?"

Paino  : "ya seperti itu lah...coba, kalo dikau gak makan, bisa hidup gak?"
Paijo  : "iya...betul, cuma bukan seperti itu pengertian makan....gimana sih?"

Paino  : "emang siapa yang tanya pengertian makan, Jo?...didengar dulu kalo orang ngomong, jangan nyrocos"
Paijo  : "nah lo...emang tadi dikau tanya apa, No?

Paino  : "hmmm...gk penting tanya apa...intinya, dikau bukan teman daku lagi...sana pergi!!!"
Paijo  : "lo kok?hmmm...ente ngajak berantem, No?ok...ok...ayo kita duel kalo begitu...!!"

Paino  : "ayo!!siapa takut!!!!!!!!!!!....hyaaaaaaaaatttttttt..!!!!!!!"

Akhirnya, kedua orang yang tadinya bersahabat itu saling serang, tinju, telikung, banting, tendang, jambak, gigit, kilikitik, dsb lah demi mempertahankan kata-kata "makan".....