Kamis, 10 Maret 2011

Kelu

dan ketika bibir dan hati ini menjadi kelu...Betapa membosankan tiap waktu berlalu...betapa tiada akal melekat pada dinding jeroan kepala ini....hanya kesenderian yang ada...hanya kesunyian yang duduk "nangkring" di singgasana keceriaan...semuanya berbaur dalam temaram lampu pijar 20 watt usang...

dan ketika semua peristiwa mengejek fals segala penat di pucuk2 bahu kelam...Betapa tiada hari pernah ada...waktu pun berlalu tersendat tanpa sepengetahuan arloji yang mulai usang dikunyah keculasan ini...akhirnya semuanya pun terbelenggu dalam kelu yang menyiksa segenap keramahan langit2 mata...

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar