Selasa, 24 Januari 2012

rumah sakit

dan tak lama berselang, dia harus terbaring letih di suatu rumah sakit.  mungkin cuma rumah ini aja yang benar2 memiliki nama tetap, apapun keadaannya itu.  Rumah sakit...rumah bagi manusia-manusia yang sedang sakit jasmani (semoga aja tidak rohaninya..hehehehe)...
Secara harfiahnya (menurut bude wiki), rumah sakit adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya (kenapa dukun gk ada ya?hehehe...).  Kata mbak wongso :'' jadi yang namanya rumah sakit itu kudu profesional. Harus sanggup untuk bertindak dan berperilaku seperi layaknya manusia (kalo hewan namanya rumah sakit hewan :-)), karena yang diurus dan dirawat itu ya manusia." Hal itu juga diamini oleh mbak ronggo, " ya betul itu rekan wongso, namanya rumah sakit ya jangan menjadi rumah penyakit.  Jadi, mesti bisa merawat dirinya sendiri.  Masa, rumah penyakit jadi tempat tinggal orang sakit.  Bukannya manusia yang dirawat sembuh, malah bisa ko semua nanti (kalo cuma beberapa aja yang ko, sepertinya bisa dimaklumi..heheheh..:p)."

Yah, apapun demikian, ternyata rumah sakit yang berfungsi untuk merawat para manusia yang sakit jasmani masih kurang lo.  Jadinya, para manusia yg punya modal banyak pun berlomba-lumba untuk membangun rumah sakit.  Apalagi, hal tersebut didorong oleh para pembuat kebijakan tentang kesehatan semakin memberikan dukungan yang dilandasi peraturan yang kian longgar.  "yah, memang di Indonesia harus diperbanyak rumah sakitnya.  Coba bayangkan, lebih dari dari 250 juta manusia Indonesia dikelilingi oleh bahan dan faktor yang bisa sebabkan sakit.  Makanan, minuman, dan bahan pencemar berbahaya yang tiap hari bisa menggerogoti kesehatan manusia Indonesia," demikian celoteh salah satu pemikir bidang kesehatan Indonesia.  Hal ini pun ditimpali oleh mbak wongso, "lha gimana gak banyak bahan yang dapat membuat sakit, pemerintah yang berwenang mengaturnya mendiamkan saja. yang penting 'fulus' lancar masuk ke kantong dan bisa mencukupi kebutuhan hidup akan rumah mewah, mobil mewah ratusan juta, dan istri banyak (huehehhee...ada-ada aja..)." Dan mbak ronggo cs nya pun mengamininya. weleh..weleh...Trus, bude wiki pun berpendapat juga agak serius: "Perbandingan antara jumlah ranjang rumah sakit dengan jumlah penduduk Indonesia masih sangat rendah. Untuk 10 ribu penduduk cuma tersedia 6 ranjang rumah sakit."

Beginilah keadaannya sekarang ini (keadaanya siapa to le...?). Semoga rumah sakit di Indonesia gak mikir yang aneh-aneh deh. Yang penting sanggup menjalankan fungsi hakikinya sebagai tempat singgah sementara (kadang-kadang sebagai tempat istirahat terakhir) untuk memulihkan kondisi jasmaninya lebih baik. Tapi perlu diingat nih, manusia-manusia yang membantu kinerja rumah sakit juga harus seia sekata dengan tugas dan fungsi nan mulia dari sebuah rumah sakit..amin.
sayup-sayup terdengar lagunya om iwan.."hai modar aku..hai modar aku..jerit si pasien merasa diremehkan...na na na..."


Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar